Sabtu, 18 Maret 2017

Tingkatan Kyu Karate

Tingkatan sabuk (Obi) dan kyudalam karate :

1. Sabuk putih ( Shiro Obi ) kyu 10 atau 9,5 atau 9

2. Sabuk kuning ( Ki Obi ) kyu 8,5 atau 8 atau 7,5

3. Sabuk hijau ( Midori Obi ) kyu 6,5 atau 6

4. Sabuk biru ( Ao Obi ) kyu 5,5 atau 5 atau 4,5 atau 4

5. Sabuk coklat ( Cha Obi ) kyu 3,5 atau 3 atau 2,5 atau 2 atau 1,5 atau 1

6. Sabuk hitam (Kuro Obi), DAN 1 keatas (tanpa kyu)

Kesimpulan Dari Semua Aliran Karate

 Kesimpulan Aliran Karate :

Shotokan = Aliran keras yang memiliki serangan yang frontal, pukulan dan tangkiran yang keras

GOJU = lebih menekankan pada latihan pernapasan, bertarung dengan jarak dekat pada kumite

Shito = lebih menekankan pada KATA yang di milikinya, dalam kumite dapat menyesuikan diri, bisa seperti shotokan atau goju

WADO = tangkisan bersifat mengalir, mempunyai bantingan dan kuncian, karena di ajarkan pula teknik jujitsu di dalamnya

Kyokushin = karate tradisional jepang yang merupakan aliran paling keras, yangmenerapkan full contact kombat, serta ujian, kumite melawan 100orang

Shorin = karate yang juga mengajarkan berbagai macam jenis senjata

Uechi = karate yang memiliki kemiripan dengan kungfu

Biografi Sensei Gichin Shotokhan

Biografi Sensei Gichin Funakoshi


Gichin Funakoshi?, lahir diShuri,Kerajaan Ryukyu,10 November1868 – meninggal diTokyo,Jepang,26 April1957pada umur 88 tahun)adalah pencipta alirankarateShotokanyang merupakan salah satu dari aliran utama karate, dan sekaligus dianggap sebagai "bapak karate modern".[1]Funakoshi mengikuti ajaran dari guru bernamaAnkō Itosuhingga menjadi salah satumasterkarateOkinawayang mengajarkan karate kepada pendudukkepulauan utama Jepangpada tahun 1921. Ia mengajar karate di berbagai universitasdi Jepang, dan diangkat sebagai ketua kehormatanAsosiasi Karate Jepangketika baru didirikan pada tahun 1949.

Karier:

   Gichin Funakoshi dilahirkan diShuri, Okinawasekitar tahun 1868 ketika Jepang sedang berada dalam zamanRestorasi Meiji. Kedua orangtuanya adalahpendudukasli Okinawayang memakai nama keluarga Tominakoshi. Ayahnya bernama Gisu. Setelah masuk sekolah dasar, Gichin bersahabat baik dengan putraAnkō Asato, seorang master karate dankendoyang nantinya menjadi guru karate pertamanya. Keluarga Funakoshi sangat menentang undang-undang yang mengharuskan orang untuk memotong rambut yang ditatadengan model rambutchonmage. Seperti halnyabiksu, dokter padazaman Meijimemang tidak dibenarkan menata rambut dengan modelchonmage. Keputusan untuktidak mau memotong rambut, mengakibatkan Funakoshi tidak diizinkan masuk sekolah kedokteran, walaupun dirinya sudah lulus ujian masuk. Sebagaiorang terpelajar yang terdidik dalam sastra Cina Klasik serta filsafat Jepang, Funakoshi bekerja sebagai asisten guru di Okinawa. Pada waktu itu pula, hubungan dirinya dengan keluarga Asato menjadi semakin dekat. Ia mulai sering bepergian pada malam hari ke rumah kediaman keluarga Asato untuk menerima pelajaran karate dari Ankō Asato.

-terimakasih.

Kamis, 16 Maret 2017

Atlit Besar Indonesia Di Dunia karate

Umar Syarief.

    Meski bermukim di Swiss sejak tahun 2008, karateka ini tidak melepas kewarganegaraan Indonesia. Dia tetap berjuang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan karate internasional. Perjuangannya untuk Indonesiapun tidak setengah-setengah. Tahun 2010 lalu misalnya, ia rela meninggalkan 'Dojo Budaya', dojo (klab karate) miliknya di Swiss selama hampir setengah tahun untuk mengikuti Pelatnas Asian Games di Jakarta. Selama itu pula ia hanya berkomunikasi dengan istri dan putranya di Swiss lewat jejaring sosial. Tidak sia-sia, Umar berhasil mempersembahkan medali perak dariperhelatan olahraga terakbar di Asia, Asian Games Guangzhou (November 2010). Umar lahir di Sidoarjo (Jawa Timur) tanggal 15 April 1977. Semasa kecil, ia terkenal luar biasa bandel, suka berkelahi! Berharap energi berlebih Umar tersalurkan, orangtuanya mengirim Umar ke slah satu klab karate. Eee..bandelnya malah menjadi-jadi."Karena saya malah tahu bagaimana memukul dan menendang, jadi jadi tambah parah, berkelahi terus!" kenang karateka yang kini berkaliber internasional ini. Perubahan 180 derajat terjadi setelah Umar dipercaya bergabung dengan pelatnas karate saat ia berumur 18 tahun. Ia tidak lagi suka berkelahi. Sebaliknya, Umar menjadi pribadi yang suka menolong, peduli pada sesama, dan suka menolong. Bersama Ai Lee Syarief, istrinya yang karateka Swiss kelahiran Malaysia dan putra mereka yang sedang lucu-lucunya, Arjun Syarief (2 tahun), Umar tinggal di Niederburerstrasse 2, Uzwil, Switzerland, 9245. Tetap, Umar sering pulang ke Indonesia untuk berlibur sembari menjenguk keluargabesarnya di Surabaya, juga untuk urusan karate. Maklum, Umar tetap atlet nasional Indonesia. Hebatnya lagi, Umar rela merogoh kocek sendiriuntuk berlatih di pusat kebugaran dan makanan bergizi porsi karateka untuk menjaga kondisinya sebagai atlet. Dan Setelah Asian Games Guangzhou, China, Umar Syarif memutuskan mengundurkan diri dari setelah 15 tahun berkarir di Karate."Untuk bangsa dan negara, selama tenaga ini masih berguna, akan saya berikan," tegasnya selepas laga Asian Games di Guangzhou, Cina, November 2010 lalu. Prestasi Prestasi: - Medali emas kelas berat SEA Games Jakarta (1997) - Medali emas kelas bebas SEA Games Jakarta (1997) - Medali perak kelas berat Kejuaraan Asia di Macau (1997) - Medali emas Denmark Terbuka (1999) - Medali emas kelas+80 kg SEA Games Brunei (1999) - Medali perak kelas bebas SEA GamesBrunei (1999) - Medali emas kumite beregu SEA Games Brunei (1999, bersama tim Indonesia) - Medali perak Kejuaraan Asia di Singapura (1999) - Medali perunggu kelas +80 kg Wskf Jepang (2000) - The Best of the Best, semua kategori (2000) - Medali emas kelas +80 kg Kejuaraan Amatir Inggris (2001) - Medali emas beregu SEA Games Kuala Lumpur (2001, bersama Tim Indonesia) - Medali perunggu kelas +80 kg SEA Games Kuala Lumpur (2001) - Medaliemas kelas +80 kg Indonesia Terbuka (2002) - Medali emas kelas +80 kgSEA Games Ho Chi Minh (2003) - Medali perunggu beregu SEA Games Ho Chi Minh (2003, bersama Tim Indonesia) - Medali emas kelas +80 kg Kejuaraan Asia di Taipei (2004) - Medali perunggu Kejuaraan Asia di Taipei (2004) - Medali emas kelas +80kg European Mastercup di Jerman (2005) - Medali emas kelas +80 kg SEA Games Manila (2005) - Medali emas kelas bebas SEA Games Manila (2005) - Medali emas beregu SEA Games Manila (2005) - Medali perunggu kelas +80 kg Asian Games Doha (2008) - Medali emas Liga Swiss Iistal (2008) - Medali emas European Mastercup di Jerman (2008) - Medali emas kelas +84 kg Kejuaraan Swiss (2008) - The Best ofthe Best, semua kategori (2008) - Medali perunggu Austria Open Golden League (2009) - Medali perunggu Kejuaraan Asia di Cina (2009) - Medali perunggu European Mastercup di Jerman (2009) - Medali emas kelas +84 kg SEA Games Laos (2010) - Medali perunggu beregu SEA Games Laos (2010, bersama Tim Indonesia) - Medali emas kelas +84 kg Indonesia Terbuka (2010) - Medaliperak kelas +84 kg Asian Games di Cina (2010) - Medali emas KejuaraanAsia (2010)<p> </p> Umar Syarief

Point Saat Bertanding Kumite

Point Pada Kumite

Sambon : Bernilai 3 poin
Wazari : Bernilai 2 poin
Ippon : Bernilai 1 poin

   SAMBON diberikan untuk teknik, seperti : *.Tendangan Jodan*. Semua teknik bernilai skor dilancarkan setelah lawan dilempar / dibanting atau lawan jatuh sendiri

   WAZARI diberikan untuk teknik, seperti : *.Tendangan chudan* ( Maegeri / Mawashi )

    IPPON diberikan untuk teknik, seperti : *.Chudan / Jodan tsuki*.Uchi (untuk teknik ini masih sangat jarang karna jika tidak ada kontrol hanya akan bernilai pelanggaran C1)

    Kriteria Penilaian Teknik :
 1.Bentuk yang baik ( Sesuai teknik karate )
 2.Sikap sportif
 3.Ditampilkan dengansemangat karate ( Bukan emosi )
 4.Kesadaran
 5.Waktu yang tepat
 6.Jarak yang benarTarget.

   Sasaran untuk point :
1.Kepala
2.Wajah
3.Leher
4.Perut
5.Dada
6.Punggung
7.Sisi / bagian samping tubuh


Demikianlah hal yang perlu
diperhatikandalam pertandingan kumite.

Selasa, 14 Maret 2017

Daftar Kata Karate WKF

Daftar Kata WKF.

DAFTAR (SHITEI) KATA
1.Goju Seipai
2.Saifa
3.Shoto Jion
4.Kanku Dai
5.Shito Bassai Dai
6.Seienchin
7.Wado Seishan
8.Chinto

DAFTAR TOKUI KATA (GOJU RYU KATA)
1. Sanchin
2. Saifa
3. Seiyunchin
4. Shisochin
5. Sanseru
6. Seisan
7. Seipai
8. Kururunfa
9. Suparimpei
10. Tensho

DAFTAR TOKUI (WADO-RYU KATA)
1. Kushanku
2. Naihanchi
3. Seishan
4. Chinto
5. Passai
6. Niseishi
7. Rohai
8. Wanshu
9. Jion
10.Jitte

DAFTAR TOKUI ( SHOTOKAN KATA )
1. Bassai-Dai
2. Bassai-Sho
3. Kanku-Dai
4. Kanku-Sho
5. Tekki – Shodan
6. Tekki – Nidan
7. Tekki – Sandan
8. Hangetsu
9. Jitte
10. Enpi
11. Gankaku
12. Jion
13. Sochin
14. Nijushiho Sho
15. Goju Shiho-Dai
16. Goju Shiho-Sho
17. Chinte
18. Unsu
19. Meikyo
20. Wankan
21. Jiin

DAFTAR TOKUI ( SHITO-RYU KATA )
1. Jitte
2. Jion
3. Jiin
4. Matsukaze
5. Wanshu
6. Rohai
7. Bassai Dai
8. Bassai Sho
9. Tomari Bassai
10. Matsumura Bassai
11. Kosokun Dai
12. Kosokun Sho
13. Kosokun Shiho
14. Chinto
15. Chinte
16. Seienchin
17. Sochin
20. Unshu
21. Seisan
22. Naifanchin Shodan
23. Naifanchin Nidan
24. Naifanchin Sandan
25. Aoyagi (Seiryu)

Trimakasih.

Sejarah Karate Uechi-Ryu

Sejarah Karate Aliran Uechi-Ryu.

   Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliranFujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).SEJARAH SINGKATKanbun Uechi mempelajari Pangai-siang (setengah-keras, setengah-soft) di bawah Shu Shiwa (id:周子和) di provinsiFujian(juga Romanized sebagaiFukien) dari Cina daratan di akhir abad 19 dan awal abad 20. Setelah mempelajari 10 tahun di bawah Shushiwa, Kanbun Uechi membuka sekolah sendiri diNanjing.

   Dua tahun kemudian, Kanbun Uechi kembali ke Okinawa, bertekad untuk tidak pernah mengajar lagi karena salah satu mahasiswa Cina itu telah membunuh seorang tetangga dengan teknik tangan terbuka dalam sengketa lahan irigasi.Sementara ia bekerja sebagai petugas kebersihan ia dibujuk oleh seorang rekan kerja, Ryuyu Tomoyose, untuk mengajar lagi setelah yang pertama kali meyakinkan nya bahwa untuk menunjukkan cara Tomoyose membela diri terhadap serangan yang berbeda.

   Ketika keyakinannya sebagai guru dipulihkan, Uechi, dengan bantuan Ryuyu Tomoyose, pindah ke Wakayama City, di mana, pada tahun 1925, ia mendirikan Institut Pangainun-ryu Todi-jutsu (パンガイヌーン流唐手術), dan membuka dojo untuk umum. Akhirnya,pada tahun 1940, berganti namaOkinawasistem menjadi  "Uechi Ryu Karatejutsu" (上地流空手术) untuk menghormatinya.Grandmaster Kanbun Uechi mempunyai anak, Kanei Uechi, mengajarkan gaya di dojo kota Futenma, Okinawa, dan dianggap sebagai Okinawa pertama yang  di ajarkan oleh orang asing. Salah satu siswa Kanbun itu, Ryuko Tomoyose, orang Amerika bernama George Mattson yang menulis beberapa buku tentang subjek dan sebagian besar bertanggung jawab untuk mempopulerkangayadi Amerika.Uechi Ryu menekankan ketangguhan tubuh dengan pukulan cepat dan tendangan. Beberapa senjata yang lebih khas dari praktisi Uechi adalah satu-knuckle pukulan (Shoken), spearhand (Nukite), dan tendangan kaki (sokusen geri). Pada rekening ini penekanan pada kesederhanaan, stabilitas, dan kombinasi gerakan linear dan melingkar, pendukung mengklaim gaya lebih praktis untuk pertahanan diri daripada kebanyakan seni bela diri lainnya.

   Berbeda dengan gaya yang lebih linier karate berdasarkan Okinawa Shuri-te atau Tomari-te, koneksi Uechi Ryu denganChinese Nanpa Shorin-ken dengan demikian hampir sama dengan Goju-ryu) meskipun mereka perkembangan terpisah.Dengan demikian, Uechi Ryu juga sangat dipengaruhi oleh gerakan melingkar yang termasuk ke dalam kungfu dari propinsi Fujian. Uechi Ryu itu secara prinsip didasarkan pada gerakan dari 3 hewan: Macan, Naga, dan bangau.